Langsung ke konten
🏥 Kaigo Module · Level N2
01

Dasar CPR
心肺蘇生

Chest Compressions, AED, and Emergency Response

📖
8 Soal
💬
2 Dialog
📝
10 Kosakata
⏱️
~20 Menit
📖
Bagian 1

Pengertian & Pentingnya CPR

CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau dalam bahasa Jepang disebut 心肺蘇生 (shinpai sosei) adalah teknik darurat medis yang digunakan saat seseorang berhenti bernapas atau jantungnya berhenti berdetak. Tujuan utama CPR adalah menjaga aliran darah ke otak dan organ vital sampai bantuan medis profesional tiba.

💡 Mengapa CPR Sangat Penting?
  • Setiap menit penundaan menurunkan peluang hidup sebesar 7-10%. Setelah 10 menit tanpa CPR, kerusakan otak sudah hampir tidak bisa dipulihkan.
  • Di Jepang, tingkat kelangsungan hidup setelah henti jantung di luar rumah sakit hanya sekitar 5.3% (2020). Dengan CPR awam yang tepat, angka ini bisa naik hingga 2-3 kali lipat.
  • Sebagai tenaga kaigo, Anda adalah garis pertama pertolongan di fasilitas perawatan. Kemampuan CPR bukan sekadar nilai tambah, melainkan kewajiban profesional.
  • Istilah 一次救命処置 (ichiji kyumei shochi) merujuk pada pertolongan pertama yang dilakukan oleh orang awam sebelum ambulans tiba. Ini yang harus dikuasai setiap tenaga kaigo.
📌 Fakta Penting

Di Jepang, 介護福祉士 (kaigo fukushishi) yang mendapatkan sertifikasi wajib menguasai 一次救命処置 (BLS — Basic Life Support). Ini termasuk dalam kurikulum ujian negara dan merupakan kompetensi inti yang diuji dalam 実技試験 (jitsugi shiken) atau ujian praktik.

📝
Bagian 2

Kosakata Penting

Pelajari istilah-istilah berikut sebelum masuk ke langkah praktis. Klik tombol 🔊 untuk mendengarkan pengucapan.

📋
Bagian 3

Langkah-Langkah CPR

CPR mengikuti urutan yang disebut C-A-B: Compression (kompresi) → Airway (jalan napas) → Breathing (pernapasan). Urutan ini ditetapkan oleh American Heart Association (AHA) sejak 2010.

1

🔍 Cek Keselamatan & Kesadaran

Pertama-tama, pastikan lokasi aman untuk Anda dan korban. Jangan menjadi korban kedua. Periksa apakah ada bahaya seperti listrik, asap, atau lalu lintas.

  • Guncang bahu korban dengan kuat sambil berkata: 「大丈夫ですか?」(daijoubu desu ka?) — "Apakah Anda baik-baik saja?"
  • Jika tidak ada respon suara atau gerakan, korban dianggap tidak sadarkan diri (意識なし — ishiki nashi)
  • Periksa pernapasan selama maksimal 10 detik. Lihat apakah dada naik-turun, dengarkan suara napas, dan rasakan hembusan udara di pipi
⚠️ Peringatan

Jika korban bernapas secara normal, jangan lakukan CPR. Posisikan dalam recovery position (回復体位 — kaifuku taii) dan pantau sampai bantuan tiba.

2

🚨 Panggil Bantuan & AED

Setelah memastikan korban tidak sadar dan tidak bernapas, segera minta bantuan. Di Jepang, nomor darurat adalah 119.

  • Tunjuk seseorang secara spesifik dan perintahkan: 「119番に電話してください!」 — "Tolong telepon 119!"
  • Mintakan orang lain mengambil AED (Automated External Defibrillator) yang biasanya tersedia di gedung
  • Jika Anda sendirian, gunakan speakerphone saat menelepon 119 agar tangan bebas melakukan CPR
📌 Tips Komunikasi Darurat

Saat menelepon 119, sampaikan: 「心停止です。胸骨圧迫を続けています。AEDを使ってください。」 (shin teishi desu. kyokotsu appaku wo tsuzukete imasu. AED wo tsukatte kudasai.) — "Henti jantung. Saya melakukan kompresi dada. Tolong gunakan AED."

3

❤️ Kompresi Dada (胸骨圧迫 — Kyokotsu Appaku)

Ini adalah inti CPR. Kompresi dada yang baik dan benar sangat krusial untuk menjaga aliran darah ke otak.

📍
Posisi Tangan
Tengah dada, di atas tulang sternum (胸骨). Letakkan tumit tangan satu di atas tangan lainnya.
📏
Kedalaman
Minimal 5 cm (dewasa). Jangan melebihi 6 cm untuk menghindari cedera tulang rusuk.
Kecepatan
100-120 kali per menit. Irama seperti lagu "Stayin' Alive" oleh Bee Gees (~104 BPM).
🔄
Pemulihan
Istirahatkan dada sepenuhnya antar tekanan. Jangan menopang tangan di dada saat pemulihan.

Setelah 30 kali kompresi, berikan 2 rescue breaths (人工呼吸 — jinko kokyuu) jika Anda terlatih. Jika tidak terlatih atau tidak yakin, Hands-Only CPR (kompresi tanpa napas buatan) tetap efektif dan dianjurkan.

4

🔄 Siklus Berkelanjutan

Ulangi siklus 30 kompresi : 2 napas tanpa henti sampai salah satu dari kondisi berikut terpenuhi:

  • AED tiba dan siap digunakan
  • Tim medis/profesional tiba dan mengambil alih
  • Korban menunjukkan tanda-tanda hidup (bergerak, bernapas normal)
  • Anda terlalu lelah untuk melanjutkan (jika ada orang lain, bergantian setiap 2 menit)
🔄 Pertukaran Penekan (Patner CPR)

Jika ada dua orang, bergantian setiap 2 menit atau setiap 5 siklus untuk menjaga kualitas kompresi. Pertukaran harus cepat (maksimal 5 detik) untuk meminimalkan jeda.

Bagian 4

Cara Menggunakan AED

AED (Automated External Defibrillator) atau 自動体外式除細動器 (jidō taigaishiki josaidōki) adalah perangkat yang menganalisis irama jantung dan memberikan syok listrik jika diperlukan. AED dirancang untuk digunakan oleh siapa saja — termasuk orang awam.

1

🔌 Nyalakan AED

Buka bungkus AED dan nyalakan dengan menekan tombol power. AED akan langsung memberikan panduan suara (音声ガイド — onsei gaido) langkah demi langkah. Ikuti instruksi suara dengan seksama.

2

🩹 Tempelkan Pad ke Dada

Buka baju korban dan keringkan dada jika basah. Tempelkan pad AED sesuai gambar pada pad:

  • Pad kanan: di bawah collarbone (tulang selangka) sebelah kanan
  • Pad kiri: di sisi kiri dada, di bawah ketiak
  • Pastikan tidak ada yang menyentuh korban saat AED menganalisis
📌 Untuk Wanita

Jika korban perempuan, lepaskan atau potong bra sebelum menempelkan pad kiri. Pastikan pad tidak menempel pada logam (anting, liontin, dll).

3

🔍 AED Menganalisis

AED akan menganalisis irama jantung secara otomatis. Saat analisis berlangsung, PASTIKAN TIDAK ADA YANG MENYENTUH KORBAN. AED akan memberitahu apakah diperlukan syok atau tidak.

⚠️ Keselamatan

Sebelum AED memberikan syok, pastikan semua orang menjauh dari korban. Berteriak: 「離れてください!」(hanarete kudasai!) — "Mundur!"

4

⚡ Berikan Syok (Jika Diperlukan)

Jika AED menyarankan syok, tekan tombol syok yang berkedip. Setelah syok, segera lanjutkan kompresi dada selama 2 menit sebelum AED menganalisis ulang.

Jika AED tidak menyarankan syok, langsung lanjutkan kompresi dada. AED akan menganalisis ulang setiap 2 menit.

💬
Bagian 5

Dialog Situasi Darurat

Pelajari percakapan dalam situasi darurat nyata. Perhatikan struktur bahasa hormat (敬語 — keigo) yang digunakan.

📞 Dialog 1 — Penemuan Korban
大変です!田中様が倒れました!意識がありません!
Tolong! Bu Tanaka pingsan! Tidak sadarkan diri!
💡 「大変です」(taihen desu) — ekspresi urgensi. 「倒れました」(taoremashita) — dari kata kerja 倒れる (taoreru, pingsan). 「~様」(sama) — panggilan hormat untuk lansia di fasilitas kaigo.
直ちに胸骨圧迫を開始してください。AEDを呼んでください!
Segera mulai kompresi dada. Panggil AED!
💡 「直ちに」(tadachi ni) — segera, tanpa penundaan. 「~てください」— bentuk permintaan sopan. 「開始」(kaishi) — memulai, mulai.
はい!胸骨圧迫を開始します。1、2、3...AEDを持ってきてください!
Baik! Mulai kompresi dada. 1, 2, 3... Tolong bawa AED!
💡 「はい!」— konfirmasi tegas. 「持って来てください」(motte kite kuda sai) — bentuk permintaan membawa sesuatu. 「〜て来て」= pergi ambil lalu kembali.
🏥 Dialog 2 — Penyerahan ke Tim Medis
救急隊です。胸骨圧迫を続けています。田中様、78歳、女性。介護施設で倒れました。意識なし、呼吸なし。AED使用済み、ショック後も心拍再開せず。
Tim medis tiba. Terus melakukan kompresi dada. Bu Tanaka, 78 tahun, perempuan. Pingsan di fasilitas kaigo. Tidak sadar, tidak bernapas. AED sudah digunakan, setelah syok belum ada pemulihan detak jantung.
💡 Ini adalah report medis standar: identitas → kondisi → tindakan yang sudah dilakukan. 「心拍再開せず」(shinpaku saikai sezu) = "detak jantung belum pulih." Struktur pelaporan ini sangat penting dalam komunikasi antar profesi kesehatan.
了解しました。引き継ぎます。非常に良い対応でした。
Diterima. Kami akan menggantikan. Respon yang sangat baik.
💡 「了解」(ryoukai) — "diterima/mengerti" dalam konteks profesional. 「引き継ぎます」(hikitsugimasu) — "mengambil alih/meneruskan." 「対応」(taiou) — "penanganan/respon."
🏥
Bagian 6

Peran Tenaga Kaigo dalam CPR

Sebagai 介護福祉士 (kaigo fukushishi), Anda memiliki peran unik dalam situasi CPR. Berbeda dengan paramedis, peran Anda berfokus pada pertolongan pertama dan koordinasi.

🎯 Tanggung Jawab Utama
  • Mendeteksi lebih dulu: Anda yang paling sering berinteraksi dengan lansia, sehingga lebih cepat mendeteksi perubahan kondisi
  • Memulai CPR awam: Melakukan kompresi dada dan penggunaan AED sebelum tim medis tiba
  • Mengkoordinasi bantuan: Menugaskan orang untuk menelepon 119, mengambil AED, atau mengarahkan lalu lintas
  • Mencatat kronologi: Mencatat waktu penemuan, waktu mulai CPR, penggunaan AED, dan perubahan kondisi
  • Menenangkan pasien lain: Di fasilitas kaigo, kejadian darurat bisa menimbulkan kepanikan di antara residen lain
📌 Aspek Hukum

Di Jepang, perlindungan hukum untuk penolong darurat diatur dalam 民法第698条 (Pasal 698 KUH Perdata) yang dikenal sebagai 緊急事務管理 ( kinkyuu jimu kanri). Seseorang yang melakukan pertolongan darurat dengan itikad baik tidak akan dituntut meskipun menyebabkan kerusakan pada korban, selama tindakannya wajar dan proporsional.

🧠
Bagian 7

Uji Pemahaman

📝 Soal Latihan

1/8

📊 Ringkasan Modul

7
Bagian
8
Soal Latihan
2
Dialog
10
Kosakata
~20
Menit