循環器系(上級)Kardiovaskular Lanjutan
Hemodinamik, klasifikasi aritmia, farmakologi mendalam, dan manajemen syok kardiogenik — untuk calon perawat, tenaga medis, dan pelajar bahasa Jepang tingkat teknis tertinggi.
Konten ini menjelaskan KONSEP dan MEKANISME untuk tujuan edukasi bahasa dan pemahaman klinis dasar — BUKAN pengganti pendidikan keperawatan formal, protokol rumah sakit, atau panduan dosis obat. Angka/dosis spesifik sengaja tidak dicantumkan karena bervariasi menurut kondisi pasien dan kebijakan institusi; selalu ikuti pelatihan resmi dan protokol fasilitas.
血行動態 — Prinsip Hemodinamik
Hemodinamik (血行動態, けっこうどうたい) adalah studi tentang gaya dan aliran darah dalam sistem kardiovaskular — dasar untuk memahami monitoring invasif di ICU/CCU.
Menghitung MAP (tekanan arteri rata-rata)
MAP secara konsep BUKAN rata-rata sederhana sistol dan diastol — karena diastol berlangsung lebih lama dalam satu siklus jantung, rumus perkiraannya adalah:
MAP ≈ Tekanan Diastolik + ⅓ (Tekanan Sistolik − Tekanan Diastolik)
MAP dianggap parameter yang lebih relevan secara fisiologis dibanding tekanan sistolik/diastolik saja, karena inilah yang menentukan perfusi organ secara langsung.
Monitoring hemodinamik invasif
Parameter di atas didapat lewat alat monitoring invasif yang dipasang langsung ke pembuluh darah/jantung pasien kritis:
- 動脈ライン (Arterial line): kateter di arteri (biasanya radialis) untuk pengukuran tekanan darah kontinu real-time dan pengambilan sampel darah arteri berulang tanpa tusukan berkali-kali
- 中心静脈カテーテル (CVC/kateter vena sentral): dipasang di vena besar (jugularis/subklavia) untuk mengukur CVP dan memberikan obat/cairan yang butuh akses vena besar
- 肺動脈カテーテル (kateter Swan-Ganz): kateter yang "mengapung" melalui jantung kanan hingga arteri pulmonal, memungkinkan pengukuran PCWP dan curah jantung langsung — jarang dipakai sekarang karena teknik non-invasif berkembang, tapi konsepnya tetap penting dipahami
Parameter hemodinamik utama
| Parameter | Istilah Jepang | Makna singkat |
|---|---|---|
| MAP (tekanan arteri rata-rata) | 平均動脈圧 | Tekanan perfusi rata-rata ke organ |
| CVP (tekanan vena sentral) | 中心静脈圧 | Estimasi tekanan pengisian atrium kanan |
| SVR (resistensi vaskular sistemik) | 体血管抵抗 | Afterload yang dilawan ventrikel kiri |
| PCWP (tekanan baji kapiler paru) | 肺動脈楔入圧 | Estimasi tekanan pengisian ventrikel kiri |
| SvO2 (saturasi oksigen vena campuran) | 混合静脈血酸素飽和度 | Indikator keseimbangan suplai-kebutuhan oksigen jaringan |
Hubungan tekanan-volume ventrikel
Kurva tekanan-volume ventrikel kiri menggambarkan satu siklus jantung penuh sebagai loop: pengisian diastolik (tekanan rendah, volume naik) → kontraksi isovolumetrik (tekanan naik cepat, volume tetap) → ejeksi (volume turun) → relaksasi isovolumetrik. Luas area loop merepresentasikan kerja jantung (stroke work).
Aplikasi klinis: pada gagal jantung sistolik, loop bergeser ke kanan (volume akhir sistolik lebih besar, fraksi ejeksi turun); pada gagal jantung diastolik, kurva pengisian menjadi lebih curam (ventrikel kaku, sulit terisi meski tekanan tinggi).
Fraksi ejeksi (駆出率, くしゅつりつ)
Persentase volume darah yang dipompa keluar ventrikel kiri setiap kontraksi dibanding volume total sebelum kontraksi. Nilai rendah menandakan gagal jantung dengan fraksi ejeksi menurun (HFrEF); nilai normal dengan gejala gagal jantung tetap menandakan HFpEF (gagal jantung fraksi ejeksi terjaga, biasanya masalah pengisian/diastolik).
Keseimbangan suplai-kebutuhan oksigen jaringan
Tujuan akhir seluruh sistem kardiovaskular adalah memastikan pengiriman oksigen (DO2, 酸素供給量) mencukupi kebutuhan konsumsi oksigen jaringan (VO2, 酸素消費量). DO2 dipengaruhi TIGA faktor: curah jantung, kadar hemoglobin, dan saturasi oksigen darah — gangguan pada salah satu faktor ini bisa dikompensasi sebagian oleh faktor lain, tapi hanya sampai batas tertentu.
- SvO2 rendah: menandakan jaringan mengekstraksi LEBIH BANYAK oksigen dari darah yang tersedia — sering terjadi saat DO2 tidak mencukupi kebutuhan (curah jantung rendah, anemia berat, atau hipoksemia)
- Laktat darah (乳酸, にゅうさん): meningkat saat jaringan beralih ke metabolisme anaerob akibat kekurangan oksigen — kadar laktat yang tinggi dan TIDAK membaik dengan terapi adalah penanda prognostik penting pada syok dan kondisi kritis
Aplikasi klinis: tren laktat (apakah membaik atau memburuk seiring waktu) sering lebih informatif dibanding satu angka tunggal — laktat yang turun menandakan terapi berhasil memperbaiki perfusi jaringan, sedangkan laktat yang terus naik meski tekanan darah "terlihat normal" adalah tanda peringatan penting.
不整脈 — Klasifikasi Aritmia
Level Menengah memperkenalkan fibrilasi atrium, takikardia, dan bradikardia. Di sini kita bahas klasifikasi lebih sistematis berdasarkan asal dan mekanisme.
Blok atrioventrikular (房室ブロック) — tiga derajat
- Derajat 1 (第1度): konduksi melambat tapi SEMUA sinyal tetap sampai ke ventrikel (interval PR memanjang tapi konsisten) — sering tanpa gejala, dipantau saja
- Derajat 2 Tipe I (Wenckebach): interval PR semakin memanjang bertahap sampai akhirnya satu sinyal gagal diteruskan (satu QRS "hilang"), lalu polanya berulang — umumnya jinak
- Derajat 2 Tipe II (Mobitz II): sinyal tiba-tiba gagal diteruskan TANPA pemanjangan PR bertahap sebelumnya — lebih berisiko berkembang jadi blok total, sering butuh pacemaker
- Derajat 3 (blok total): TIDAK ADA sinyal dari atrium yang sampai ke ventrikel — atrium dan ventrikel berdetak sepenuhnya independen (disosiasi AV), ventrikel mengandalkan "ritme pelarian" (escape rhythm) yang jauh lebih lambat
Aritmia berdasarkan asal (origin)
- Supraventrikular (上室性): berasal dari atrium/nodus AV — contoh: fibrilasi atrium, flutter atrium, takikardia supraventrikular paroksismal (PSVT)
- Ventrikular (心室性): berasal dari ventrikel — umumnya lebih berbahaya karena bisa mengganggu curah jantung drastis. Contoh: takikardia ventrikel (VT), fibrilasi ventrikel (VF, henti jantung)
Aritmia berdasarkan mekanisme
- Gangguan pembentukan impuls: otomatisitas abnormal (sel selain nodus SA "mengambil alih" ritme)
- Gangguan konduksi (reentry, リエントリー): sinyal listrik "berputar" dalam loop akibat jalur konduksi yang tidak seragam — mekanisme paling umum di balik banyak takiaritmia
- Blok konduksi (伝導ブロック): sinyal terhambat di suatu titik — blok AV derajat 1/2/3, dengan derajat 3 (blok total) paling serius karena atrium dan ventrikel berdetak independen
Prinsip evaluasi: stabil vs tidak stabil
Dalam manajemen aritmia akut, pertanyaan pertama BUKAN "aritmia apa ini secara tepat", melainkan apakah pasien secara hemodinamik stabil atau tidak — ini menentukan urgensi tindakan:
- Tanda ketidakstabilan: hipotensi, penurunan kesadaran, nyeri dada, tanda syok, gagal jantung akut — kondisi ini butuh tindakan SEGERA (mis. kardioversi), tidak menunggu identifikasi aritmia yang sempurna
- Pasien stabil: memberi waktu untuk evaluasi lebih rinci (EKG 12-lead, riwayat, elektrolit) sebelum menentukan terapi definitif
🚨 Aritmia yang mengancam nyawa (butuh respons segera)
- 心室細動 (しんしつさいどう) — Fibrilasi ventrikel: tidak ada curah jantung efektif, penyebab utama henti jantung mendadak
- 心室頻拍 (しんしつひんぱく) — Takikardia ventrikel: bisa stabil atau tidak stabil (tanpa nadi) tergantung kondisi hemodinamik pasien
- 完全房室ブロック (かんぜんぼうしつぶろっく) — Blok AV total (derajat 3): risiko bradikardia ekstrem/henti jantung
Torsades de Pointes — aritmia terkait QT memanjang
Torsades de Pointes (トルサード・ド・ポワント) adalah bentuk takikardia ventrikel dengan pola EKG khas "berputar" di sekitar garis dasar — terjadi pada kondisi interval QT yang memanjang (bisa akibat obat tertentu, gangguan elektrolit seperti kalium/magnesium rendah, atau kelainan genetik bawaan). Kondisi ini penting dipahami karena BANYAK obat umum — termasuk beberapa antiaritmia kelas III dan bahkan beberapa antibiotik — bisa memperpanjang interval QT sebagai efek samping, sehingga pemantauan EKG sering diperlukan saat memulai obat-obat berisiko ini.
Sindrom pre-eksitasi (Wolff-Parkinson-White)
Pada sebagian kecil orang, terdapat jalur konduksi TAMBAHAN (bypass tract) antara atrium dan ventrikel selain jalur normal lewat nodus AV — menyebabkan sinyal listrik "mendahului" jalur normal (pre-eksitasi). Ini bisa memicu episode takikardia berulang, dan pada kasus tertentu meningkatkan risiko jika pasien juga mengalami fibrilasi atrium (sinyal bisa mengalir sangat cepat lewat jalur tambahan, berpotensi memicu fibrilasi ventrikel). Konsep ini penting sebagai contoh bahwa TIDAK semua aritmia berasal dari masalah otomatisitas atau blok — beberapa berasal dari kelainan struktur jalur konduksi sejak lahir.
薬理詳細 — Farmakologi Kardiovaskular Mendalam
Level Menengah memperkenalkan golongan obat utama. Di sini kita bahas klasifikasi lebih rinci dan prinsip kerja yang mendasarinya.
Klasifikasi Vaughan Williams untuk obat antiaritmia
- Kelas I (Na+ channel blocker): memperlambat konduksi lewat penghambatan kanal natrium
- Kelas II (Beta-blocker): menurunkan otomatisitas dan konduksi nodus AV lewat blokade simpatis
- Kelas III (K+ channel blocker): memperpanjang periode refrakter lewat penghambatan kanal kalium (mis. amiodaron)
- Kelas IV (Ca2+ channel blocker non-dihidropiridin): memperlambat konduksi nodus AV lewat penghambatan kanal kalsium
Obat vasoaktif (untuk syok/hemodinamik tidak stabil)
- Vasopresor (昇圧薬): meningkatkan tekanan darah lewat vasokonstriksi (mis. norepinefrin) — dipakai saat MAP terlalu rendah untuk perfusi organ adekuat
- Inotropik positif (陽性変力薬): meningkatkan kontraktilitas jantung (mis. dobutamin) — dipakai saat curah jantung rendah jadi masalah utama, bukan sekadar tekanan darah
- Inodilator: kombinasi efek inotropik DAN vasodilatasi ringan (mis. milrinon) — dipakai pada gagal jantung berat dengan resistensi vaskular tinggi, saat vasokonstriksi tambahan justru tidak diinginkan
Prinsip penting: vasopresor dan inotropik mengatasi masalah hemodinamik yang BERBEDA — memberikan vasopresor pada pasien dengan curah jantung rendah tapi resistensi vaskular sudah tinggi bisa memperburuk perfusi organ, bukan memperbaikinya.
Prinsip titrasi obat vasoaktif
Obat vasoaktif umumnya diberikan lewat infus kontinu yang dosisnya disesuaikan (dititrasi) berdasarkan RESPONS hemodinamik pasien secara real-time (MAP target, curah jantung, tanda perfusi), bukan dosis tetap seperti obat oral biasa — inilah kenapa monitoring hemodinamik invasif (tab Hemodinamik) begitu penting saat obat-obat ini dipakai.
Terapi reperfusi pada infark miokard
- 血栓溶解療法 (けっせんようかいりょうほう) — Terapi trombolitik: obat yang melarutkan gumpalan darah yang menyumbat arteri koroner — dipakai jika PCI (kateterisasi) tidak tersedia dalam waktu yang direkomendasikan, dengan risiko utama perdarahan termasuk perdarahan intrakranial
- Prinsip umum: "waktu adalah otot jantung" (time is muscle) — semakin cepat aliran darah koroner dipulihkan, semakin sedikit kerusakan otot jantung permanen
Interaksi obat penting
Kombinasi beta-blocker dengan calcium channel blocker non-dihidropiridin (keduanya memperlambat nodus AV) berisiko tinggi menyebabkan bradikardia berat atau blok AV jika dikombinasikan tanpa pemantauan ketat — prinsip ini penting dipahami saat meninjau riwayat obat pasien.
Antikoagulan oral generasi baru (DOAC)
Direct Oral Anticoagulant (直接経口抗凝固薬, ちょくせつけいこうこうぎょうこやく) adalah golongan antikoagulan yang bekerja LANGSUNG menghambat faktor pembekuan spesifik (faktor Xa atau trombin), berbeda dari warfarin yang bekerja tidak langsung lewat penghambatan vitamin K. Keuntungan utama DOAC: tidak butuh pemantauan darah rutin seketat warfarin dan interaksi makanan lebih sedikit — tapi risiko perdarahan tetap ada, dan pada beberapa DOAC belum tentu tersedia obat penawar (antidot) semudah warfarin.
Manajemen antikoagulan perioperatif
Keputusan menghentikan sementara atau melanjutkan antikoagulan sebelum prosedur/operasi melibatkan PERTIMBANGAN GANDA yang saling bertentangan: risiko perdarahan berlebih jika dilanjutkan, VS risiko pembekuan darah (mis. stroke pada fibrilasi atrium) jika dihentikan. Keputusan ini SELALU dibuat tim medis berdasarkan jenis prosedur dan risiko individual pasien — bukan keputusan yang bisa diambil sepihak oleh pasien atau caregiver.
ショック — Syok Kardiogenik
Syok kardiogenik (心原性ショック, しんげんせいしょっく) terjadi saat jantung tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, meski volume darah cukup — berbeda dari syok hipovolemik (kekurangan volume) atau syok distributif (vasodilatasi berlebihan).
Klasifikasi 4 jenis syok utama
Memahami syok kardiogenik lebih jelas dengan membandingkannya terhadap 3 jenis syok lain — semua sama-sama berujung hipoperfusi organ, tapi MEKANISME dan TATA LAKSANA berbeda:
- 循環血液量減少性ショック — Syok hipovolemik: kekurangan volume darah/cairan (perdarahan, dehidrasi berat) — curah jantung rendah KARENA kurang volume, jantung sendiri sehat
- 心原性ショック — Syok kardiogenik: pompa jantung sendiri yang gagal, meski volume cukup
- 血液分布異常性ショック — Syok distributif: vasodilatasi masif menyebabkan volume darah "tersebar" tidak efektif (contoh: syok septik, syok anafilaktik, syok neurogenik)
- 閉塞性ショック — Syok obstruktif: aliran darah tersumbat secara mekanis dari LUAR jantung/pembuluh (tamponade jantung, emboli paru masif, tension pneumothorax)
Kenapa klasifikasi ini krusial: tata laksana awal berbeda drastis antar jenis — pemberian cairan agresif yang tepat untuk syok hipovolemik bisa MEMPERBURUK syok kardiogenik (risiko overload paru). Identifikasi jenis syok yang benar menentukan arah terapi yang tepat.
Tahapan syok: kompensasi menuju dekompensasi
- Tahap kompensasi: tubuh masih mampu mempertahankan MAP lewat vasokonstriksi dan peningkatan denyut jantung — tekanan darah TAMPAK normal, tapi tanda halus hipoperfusi (takikardia ringan, kulit agak dingin) sudah mulai muncul. Fase ini paling mudah TERLEWAT karena tekanan darah belum turun
- Tahap dekompensasi: mekanisme kompensasi kewalahan, tekanan darah mulai turun jelas, tanda hipoperfusi organ makin nyata
- Tahap ireversibel: kerusakan organ sudah terlalu luas untuk pulih meski penyebab dasar diatasi
Relevansi klinis: mengenali tahap KOMPENSASI (sebelum tekanan darah jatuh) adalah keterampilan observasi paling berharga — menunggu hipotensi jelas berarti sudah kehilangan waktu berharga untuk intervensi dini.
Penyebab umum syok kardiogenik
- Infark miokard luas (kerusakan otot jantung signifikan)
- Aritmia berat (takikardia/bradikardia ekstrem)
- Disfungsi katup akut (mis. ruptur otot papilaris)
- Tamponade jantung (cairan menekan jantung dari luar — meski secara klasifikasi ini juga tumpang tindih dengan syok obstruktif)
Tanda klinis kunci
- Hipotensi persisten meski volume cairan adekuat
- Tanda hipoperfusi organ: kulit dingin/lembap, produksi urine menurun, kesadaran menurun
- Kongesti paru (akibat "backup" tekanan dari sisi kiri jantung yang gagal)
Prinsip manajemen umum (bukan protokol lengkap): identifikasi dan atasi penyebab dasar, dukungan hemodinamik (cairan HATI-HATI karena risiko overload, vasoaktif sesuai kebutuhan spesifik), dan pertimbangan dukungan mekanis (misalnya pompa balon intra-aorta) pada kasus berat sesuai keputusan tim medis.
Menilai respons terhadap terapi
Setelah intervensi dimulai, penilaian ULANG secara berkala menentukan apakah terapi berhasil atau perlu disesuaikan. Tanda perbaikan perfusi yang dipantau:
- Perbaikan status mental: kesadaran membaik menandakan perfusi otak membaik
- Produksi urine membaik: menandakan perfusi ginjal membaik
- Kulit menghangat, warna membaik: menandakan perfusi perifer membaik
- Laktat menurun (tren, bukan angka tunggal): menandakan metabolisme jaringan kembali ke jalur aerob
Prinsip penting: MAP yang "normal" TIDAK otomatis berarti perfusi organ sudah adekuat — seorang pasien bisa punya MAP target tercapai tapi tanda hipoperfusi (laktat tinggi, urine sedikit) masih ada, menandakan terapi belum genuinely memperbaiki kondisi dasar meski satu angka terlihat baik.
処置 — Prosedur & Alat Kardiovaskular
除細動 (じょさいどう) — Defibrilasi
Pemberian kejut listrik untuk menghentikan aritmia mengancam nyawa (VF, VT tanpa nadi) dan memberi kesempatan nodus SA mengambil alih ritme normal.
カルディオバージョン — Kardioversi
Serupa defibrilasi tapi kejut listrik disinkronkan dengan gelombang R pada EKG pasien — dipakai untuk aritmia yang MASIH punya organisasi ritme (mis. fibrilasi atrium tidak stabil), berbeda dari defibrilasi yang dipakai untuk ritme kacau total tanpa perlu sinkronisasi.
ペースメーカー — Pacemaker (Alat Pacu Jantung)
Alat yang memberikan impuls listrik untuk menjaga denyut jantung tetap adekuat, dipakai pada bradikardia berat/blok AV total. Bisa sementara (eksternal) atau permanen (ditanam).
植込み型除細動器 (ICD) — Implantable Cardioverter-Defibrillator
Alat yang ditanam permanen, mendeteksi aritmia ventrikel mengancam nyawa secara otomatis dan memberikan kejut listrik internal — dipasang pada pasien berisiko tinggi henti jantung mendadak (mis. riwayat VT/VF atau fraksi ejeksi sangat rendah).
心臓再同期療法 (CRT) — Terapi Resinkronisasi Jantung
Jenis pacemaker khusus yang menstimulasi kedua ventrikel secara terkoordinasi pada pasien gagal jantung dengan gangguan konduksi tertentu — memperbaiki efisiensi pompa jantung yang sebelumnya berkontraksi tidak sinkron.
経皮的冠動脈インターベンション (PCI) — Intervensi Koroner Perkutan
Prosedur membuka sumbatan arteri koroner lewat kateter (sering disertai pemasangan stent), penanganan utama infark miokard akut.
大動脈内バルーンパンピング (IABP) — Pompa Balon Intra-Aorta
Alat bantu mekanis sementara yang mengembang-mengempis selaras siklus jantung untuk meningkatkan perfusi koroner dan menurunkan beban kerja jantung pada syok kardiogenik berat.
心肺蘇生法 (CPR) — Resusitasi Jantung Paru
Kombinasi kompresi dada dan bantuan napas untuk mempertahankan aliran darah minimal ke otak/organ vital saat henti jantung, sambil menunggu tindakan definitif (defibrilasi, ACLS). Efektivitas SANGAT bergantung pada kecepatan dimulai dan kualitas kompresi.
冠動脈バイパス術 (CABG) — Operasi Bypass Arteri Koroner
Operasi yang membuat jalur BARU bagi aliran darah menghindari segmen arteri koroner yang tersumbat, menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain (mis. vena tungkai atau arteri dada dalam). Dipertimbangkan pada penyumbatan multipel atau lokasi yang sulit dijangkau PCI biasa.
心エコー検査 (Ekokardiografi)
Pencitraan jantung memakai gelombang ultrasonik (non-invasif, tanpa radiasi) — memungkinkan penilaian fraksi ejeksi, fungsi katup, dan struktur jantung secara real-time. Bisa dilakukan lewat dinding dada (transtorakal) atau lewat esofagus untuk gambar lebih detail (transesofageal) pada kasus tertentu.
ICU用語 — Terminologi ICU/CCU
| Jepang | Furigana | Indonesia | Inggris |
|---|---|---|---|
| 血行動態 | けっこうどうたい | Hemodinamik | Hemodynamics |
| 駆出率 | くしゅつりつ | Fraksi ejeksi | Ejection fraction |
| 心室細動 | しんしつさいどう | Fibrilasi ventrikel | Ventricular fibrillation |
| 心原性ショック | しんげんせいしょっく | Syok kardiogenik | Cardiogenic shock |
| 除細動 | じょさいどう | Defibrilasi | Defibrillation |
| 昇圧薬 | しょうあつやく | Vasopresor | Vasopressor |
| 陽性変力薬 | ようせいへんりょくやく | Inotropik positif | Positive inotrope |
| リエントリー | りえんとりー | Reentry (mekanisme aritmia) | Reentry |
| 中心静脈圧 | ちゅうしんじょうみゃくあつ | Tekanan vena sentral | Central venous pressure |
| 体血管抵抗 | たいけっかんていこう | Resistensi vaskular sistemik | Systemic vascular resistance |
| 平均動脈圧 | へいきんどうみゃくあつ | Tekanan arteri rata-rata (MAP) | Mean arterial pressure |
| 房室ブロック | ぼうしつぶろっく | Blok atrioventrikular | AV block |
| 血栓溶解療法 | けっせんようかいりょうほう | Terapi trombolitik | Thrombolytic therapy |
| 閉塞性ショック | へいそくせいしょっく | Syok obstruktif | Obstructive shock |
| 血液分布異常性ショック | けつえきぶんぷいじょうせいしょっく | Syok distributif | Distributive shock |
| 植込み型除細動器 | うえこみがたじょさいどうき | ICD | Implantable cardioverter-defibrillator |
| 心臓再同期療法 | しんぞうさいどうきりょうほう | Terapi resinkronisasi jantung (CRT) | Cardiac resynchronization therapy |
| 心肺蘇生法 | しんぱいそせいほう | CPR | Cardiopulmonary resuscitation |
| 陰性変力薬 | いんせいへんりょくやく | Inotropik negatif | Negative inotrope |
| 再灌流療法 | さいかんりゅうりょうほう | Terapi reperfusi | Reperfusion therapy |
| 酸素供給量 | さんそきょうきゅうりょう | Pengiriman oksigen (DO2) | Oxygen delivery |
| 乳酸 | にゅうさん | Laktat | Lactate |
| トルサード・ド・ポワント | とるさーど・ど・ぽわんと | Torsades de Pointes | Torsades de Pointes |
| 直接経口抗凝固薬 | ちょくせつけいこうこうぎょうこやく | DOAC | Direct oral anticoagulant |
| 冠動脈バイパス術 | かんどうみゃくばいぱすじゅつ | Operasi bypass koroner (CABG) | Coronary artery bypass graft |
| 心エコー検査 | しんえこーけんさ | Ekokardiografi | Echocardiography |
| 閉塞性ショック | へいそくせいしょっく | Syok obstruktif | Obstructive shock |
| 経食道心エコー | けいしょくどうしんえこー | Ekokardiografi transesofageal | Transesophageal echocardiography |
| 灌流 | かんりゅう | Perfusi | Perfusion |
| 冠攣縮 | かんれんしゅく | Spasme arteri koroner | Coronary vasospasm |